(0251) 8308900      info@rsmedikadramaga.com

RS Medika Dramaga

Fasilitas Penunjang Medik

RADIOLOGI

Radiologi adalah ilmu kedokteran untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi gelombang baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanin. Pada walnya frekuensi yang dipakai ber


LAB 24 Jam

Rumah sakit medika dramaga bogor memiliki Fasilitas penunjang medik yaitu Lab, Laboratorium merupakan sarana penunjang dalam penata laksanaan penderita untuk membantu menegakkan diagnosis, memantau penyakit d


FISIOTERAPI

Rumah Sakit Medika Dramaga Bogor memiliki Fasilitas penunjang Fisioterapi, 

Fisioterapi merupak


FARMASI

Rumah Sakit Medika Dramaga, Memiliki Unit Farmasi yang mampu menyediakan obat-obatan yang terbaik. untuk pasien-pasien Rumah Sakit Medika Dramaga. 


GIZI

Rumah Sakit Medika Dramaga memiliki instalasi Gizi yang bermanfaat untuk memantau perkembangan Gizi untuk pasien. dan menentukan besaran Gizi yang diperlukan oleh Pasien.


OPTIK

Rumah Sakit Medika Dramaga menyediakan Optik bagi yang yang setelah memeriksa Mata tidak usah jauh-jauh untuk mencari Kacamata yang diinginkan. Dapat langsung ke Optik Rumah Sakit Medika Dramaga.


PHACOEMULSIFICATION

PHACOEMULSIFICATION yaitu operasi pengangkatan katarak modern dengan menggunakan alat phacoemulsifikasi (awam disebut dengan laser) untuk melunakkan (emulsifikasi) dan mengeluarkan lensa kata


LAPAROSCOPI

Laparoskopi adalah sebuah teknik melihat ke dalam perut tanpa melakukan pembedahan besar, walaupun awalnya adalah adalah prosedur ginekologi, Laparoskopi semakin sering


IGD PERSALINAN (VK)

Instalasi Gawat Darurat Persalinan (IGD Persalinan) merupakan instalasi khusus pasien yang akan melahirkan secara normal ataupun secar.


HEMODIALISA

Hemodialisa adalah metode pencucian darah dengan membuang cairan berlebih dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh melalui alat dialysis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak.


RUANG OPERASI

Ruang Operasi adalah suatu unit khusus di Rumah Sakit Medika Dramaga yang berfungsi sebagai daerah pelayanan kritis yang mengutamakan aspek hirarki zonasi sterilitas